My life.. My choice.. My risk

Genap 2 bulan, tepatnya tanggal 16 April 2012, insiden ‘disenggol motor dari samping’ di Jl. Gayungan dekat Dishub yang membuat tulang bahu kiriku patah sudah berlalu.
Teringat seminggu setelah itu, beberapa teman menelfon dan ngomel-ngomel karena aku tak memberi kabar ke mereka. ^^v

Oke, sebenarnya itu cerita pembuka saja,intinya bukan disitu…

Salah satu dari mereka(yang ngomel-ngomel itu) adalah teman lamaku yang dulu kami bertemu dan berkenalan di Pertandingan Persahabatan antar sekolah saat kami SMP. Sebut saja si A.
Beberapa kali bertemu membuat kami menjadi teman dekat (Sebenarnya tidak hanya dengannya, tapi juga dengan teman-temannya yang lain juga dekat). Sayangnya belum ada HP saat itu, jadi komunikasi kami terputus, sampai kami bertemu lagi ketika kuliah. Kebetulan kami sama-sama kuliah di ITS, tapi beda fakultas. Dari situ kami sering bertemu lagi atau sekedar mengobrol via telefon dan chat.

Seperti biasanya saat kami bertemu atau mengobrol di telf, akan selalu ada obrolan penutup, yaitu cerita nostalgia saat kami SMP dulu. Dan ada hal lain yang dia sampaikan saat itu, bisa dibilang sangat melegakan buatku. Yah sebenarnya dia sudah pernah cerita, tapi aku belum percaya.
Kalau di translate ke b.indonesia kira-kira seperti ini intisari obrolan kami:

A:  “@#**#*#@*@/@#@#**” (ga tau deh ngomel apa aja waktu itu)
“Kok bisa aku tidak dikasih kabar,
“lain kali kalo ada apa-apa itu ngomong, siapa tau aku bisa bantu”
“kalau perlu bantuan apa-apa ngomong saja”
“kamu sudah aku anggap saudara sendiri”
Me: “iya” (menyimak saja)

dan berlanjut dengan cerita nostalgia

A: “oh iya, Doakan aku ya, jangan sampai ga datang di nikahanku Juli nanti. Undangan nanti aku antar kerumah”
Me: (kalo ini baru aku percaya)
“Alhamdulillah, iya insyaAllah kalo ga ada halangan aku pasti datang”

dan berlanjut dengan cerita nostalgia (lagi)

Senang dan lega rasanya mendengar kabar itu.
Akhirnya(semoga) aku tidak mendengar lagi kata-kata seperti tahun-tahun sebelumnya di setiap kami mengobrol yang membuatku kerepotan mengalihkan pembicaraan.

Maaf kalau aku dulu aku tidak bisa memberi jawaban atas pertanyaanmu kenapa aku tidak bisa menerimamu.. It’s my life, my choice, and my risk.

Please be happy friend.. I’m happy now, and I’m happy for you.. 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s