Indah pada Waktunya

Cerita secangkir kopi hari ini datang dari seorang teman kuliahku dulu. Temanku bercerita tentang kakak perempuannya yang telah menikah, sebut saja mbak Reni.
Mbak Reni menikah dengan seorang lelaki yang mungkin telah di persiapkan oleh Allah sebagai lelaki terbaik untuknya, sebut saja mas Ip.
Mereka adalah sahabat baik sejak bertemu di bangku kuliah, dan ketika mau lulus mas Ip menyatakan keinginannya untuk menikahi mbak Reni, 6 bulan pacaran, 2 bulan perkenalan keluarga, dan 2 bulan kemudian menikah. Sungguh indah bukan, tapi siapa yang tau sebelum waktu yang indah itu datang ada sebuah cerita mengharukan dengan orang terdekatnya dulu..
Sebelum bertemu dengan mas Ip, ada seseorang yang mbak Reni tunggu, 7 tahun lamanya, sebut saja si A. Bukan waktu yang sebentar untuk menunggu sebuah kejelasan masa depan.
Apalagi si A yang muncul tenggelam seenaknya sendiri.
Karena si A kuliah di luar negeri membuat komunikasi mereka terbatas, cuma sebulan sekali. Kemudian si A lama menghilang dan muncul kembali membawa kabar bahwa dia akan menikah. Menyesakkan hati waktu itu. Tapi mbak Reni berusaha menerima kenyataan.
Mencoba bangkit, dan mencoba membuka hati untuk mas Ip.
Dan siapa yang menyangka beberapa waktu setelah dekat dengan mas Ip si A datang lagi, mengatakan tidak jadi menikah.
Ada sedikit penyesalan waktu itu, apalagi dengan kondisi mbak Reni yang belum sepenuhnya menyukai mas Ip. Tapi mbak Reni segera tersadar, bahwa ketika sudah memilih seseorang, dalam hal ini mas Ip, yasudah kita jaga pilihan itu.
Yakin, bahwa itu adalah takdir, dan Allah sudah mempersiapkan jodoh yang terbaik buat kita. Tentu saja dengan meminta petunjuk kepada Allah sebelum memutuskan pilihan.

‘Happy ending’-nya adalah sekarang mbak Reni dan mas Ip hidup dengan bahagia dan sudah mempunyai anak yang lucu, demikian juga dengan si A.
“Jika saya tidak memilih menikah dengan mas Ip waktu itu, mungkin saya tidak sebahagia ini” mbak Reni. Wallahua’lam bissowab

πŸ™‚

Dan apa yang terjadi denganku saat ini, aku dan siapapun itu, tidak ada yang tau nanti jadinya seperti apa.
Hanya berusaha yang terbaik, dan percaya bahwa Allah telah mempersiapkan waktu yang indah. Dengan siapa, kapan, dan bagaimana. Semua akan indah pada waktunya πŸ™‚

Bisa jadi orang yang kita harapkan tidak pernah mengharapakan kita dan tidak bisa membawa kebahagiaan untuk kita, dan sebaliknya, orang yang tidak kita harapkan, justru orang itulah yang akan membawa kebahagiaan untuk kita. Wallohua’lam πŸ™‚

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s