Mencari “Hallazir”

Setelah melihat video ini, saya teringat beberapa bulan yang lalu saya melakukan hal yang sama untuk menemukan seseorang yang sudah lama sekali tidak berjumpa. Sebenarnya seseorang itu adalah guru bantu di SMP saya dulu.

Sedikit cerita, dulu ketika SMP ada kegiatan tahunan tiap bulan Ramadhan, namanya Pondok Ramadhan. Selama Pondok Ramadhan ada siswa dari Pondok tertentu yang didatangkan untuk mengisi materi. Kali itu yang didatangkan adalah Pak Fiqih, begitu saya dan teman-teman memanggilnya. Usianya masih cukup muda waktu itu, mungkin sekitar 20-23an. Saya ingat waktu pertama kali ketemu, pandangan pertama langsung tertuju pada giginya sambil berkata dalam hati “Giginya putih bangeeeett…”, usut punya usut ternyata itu karena rutin pakai siwak. Dan satu lagi yang penting, “ganteng”  (sampe pake petik, pake bold, pake italic), hehehe. Sebenarnya itu kata teman-teman dan senior saya yang cewek-cewek, kalau saya mah belum ngerti ganteng itu yang gimana bentuknya (sudah percaya sajaaa :p)

Ada kejadian yang membuat senior-senior dan teman-teman saya iri. Saya agak lupa detailnya, pas malam terakhir saya mendapat tugas minta tangan ke Pak Fiqih, sedangkan teman yang lain kebagian guru lain. Sambil menunggu selesai tanda tangan beliau bertanya, “atik suka baca buku?” | “iya pak suka” | “waduh jangan panggil pak, kayak sudah bapak-bapak saja” | “lah kan pak guru” | “saya bukan guru” | “emm.. aa’ ? biar kayak aa’ gym? “ | (*ketawa) “saya punya buku bagus” | “buku apa pak?” (kali ini tidak protes) | “buku tentang jilbab” … sayangnya ternyata buku yang dimaksud lupa dibawa… “ya sudah ini saja, nanti kalau kapan-kapan ada kesempatan ketemu lagi saja saya bawakan”… Saya lupa judul bukunya, lain kali saja kalau saya sudah ingat saya update. Intinya sih buku saku manajemen qolbu tentang cinta… “Terimakasih ya pak” | “kok pak lagi” (protes lagi)…“atik ada nomor hp?” | “tidak punya hp pak” | “kalau telepon rumah?” | “tidak punya juga” | “waduh… ya sudah deh” (pasrah, sambil menuliskan nama Fiqih Hallazir” dan nomor hp-nya di halaman depan buku yang diberikan ke saya). Dan setelah malam itu, kami tidak pernah bertemu lagi.

Nah.. Beberapa bulan yang lalu saya bongkar-bongkar tumpukan buku-buku  lama di rumah dan menemukan buku itu. Trus teringat dan iseng nyoba menghubungi nomor yang tertulis di halaman depannya, ternyata sudah tidak aktif. Karena sekarang rasanya mudah mencari orang lewat internet maka isenglah lagi, coba cari-cari lewat google dan facebook. Ehh, ternyata tidak ada satupun link yang berkaitan dengan keyword namanya.

Yah, ini salah satu keisengan saya memanfaatkan teknologi saja, meskipun saya sendiri belum berhasil. Tapi justru ini yang menarik. Menurut saya Pak Fiqih orang yang modern dan mengikuti perkembangan jaman. Kenapa tidak ada satupun link yang bisa menunjukkan identitasnya, padahal di jaman yang serba online seperti sekarang semua data mulai nomor induk siswa sampai yang lebih detail lagi rasanya bisa dengan mudah di cari lewat mesin pencari google dan sejenisnya. Yasudah.. mungkin blog ini satu-satunya yang muncul di mesin pencari google seandainya ada yang mencari dengan keywoard itu… hehehe

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s