“cemburu” menguras hati

Rasa “cemburu” bisa datang dari mana saja, yang paling sering mungkin dari teman. Secara, bersama mereka-lah kita sering bertukar cerita tentang banyak hal. Ketika mereka bercerita tentang hal yang membahagiakan pastinya kita juga ikut bahagia, tapi dibalik itu kita juga terkadang menyimpan sedikit rasa cemburu atau iri karena mungkin kita sebenarnya menginginkan hal yang sama tapi belum bisa.

Dan seperti kebanyakan emak-emak pada umumnya, ketika saya dan teman-teman ngobrol bersama akan panjang dan lama, mulai dari ngomong pekerjaan sampai fashion, dan tidak ketinggalan pasti ada sebagian waktu yang sepertinya memang sudah diplot untuk ngomong tentang pasangan masing-masing, atau kadang pasangan orang lain *upss.. Mungkin ini salah satu alasan kenapa ghibah itu dilarang sama Allah ya.. 😀 Continue reading

Advertisements

Cara menarik mengajar hapalan Al-Qur’an kepada anak

Artikel 1 : Sumber siperisubuh

Saya tinggal di Iran dan punya usia anak empat tahun. Sejak tiga bulan lalu, saya masukkan dia ke sekolah hafiz Quran untuk anak2. Setelah masuk…, wah ternyata unik banget metodenya. (Siapa tau bisa dijadikan masukan buat akhwat2 yg berkecimpung di bidang ini.) Anak-anak balita yang masuk ke sekolah ini (namanya Jamiatul Quran), tidak disuruh langsung ngapalin juz’amma, melainkan setiap kali datang, diperlihatkan gambar misalnya, gambar anak lagi cium tangan ibunya, (di rumah, anak disuruh mewarnai gambar itu), lalu guru cerita ttg gambar itu (jadi anak harus baik…dll).

Kemudian, si guru ngajarin ayat “wabil waalidaini ihsaana/Al Isra:23” dengan menggunakan isyarat (kayak isyarat tuna rungu), misalnya, “walidaini”, isyaratnya bikin kumis dan bikin kerudung di wajah (menggambarkan ibu dan ayah). Jadi, anak2 mengucapkan ayat itu sambil memperagakan makna ayat tersebut. Begitu seterusnya (satu pertemuan hanya satu atau dua ayat yg diajarkan). Hal ini dilakukan selama 4 sampai 5 bulan. Setelah itu, mereka belajar membaca, dan baru kemudian mulai menghapal juz’amma.

Suasana kelas juga semarak banget. Continue reading