Alhamdulillah, POSITIF

#04-07-2015

Hari ini, tanggal 29 Juni 2015, sudah sebulan saya dan suami menikah. Dan sudah 4 hari ini saya telat haid/datang bulan..

Saya ragu apakah ini tanda-tanda kehamilan, atau memang wajar karena kondisi saya yang sedang lelah digabung dengan kondisi sekarang lagi puasa (yang biasanya bikin saya telat haid juga).

Wajah suami terlihat sumringah ketika tahu saya telat haid (meskipun tidak mengakui kegirangannya). Dia memaksa untuk membeli tespack, tetapi saya meminta untuk menunggu hingga satu minggu dulu. Dengan sabar kami menunggu hari itu tiba #lebaydikit… Dan setelah tepat satu minggu, kami bersiap untuk membeli testpack. Tetapi betapa sedihnya saya ternyata justru keluar bercak darah di hari ke-7 telat haid ini. Tidak tega rasanya memberi kabar kepada suami meskipun sebelumnya dia berpesan untuk tetap ikhlas dengan apapun hasilnya nanti, karena sejatinya, anak adalah hak mutlak Allah.

Dan seperti yang kuduga, tampak raut kecewa diwajahnya ketika saya mengabarkan tentang ke-“bocor”-an ini (I know it sayang, meskipun kamu bilang tidak apa-apa). Dan akhirnya malam itu, kami cuma bisa berpelukan erat menghilangkan kesedihan kami..

Sebenarnya dari awal kami tidak berencana menunda momongan, tapi juga tidak ngebet dan ngoyo bikinnya #upss ๐Ÿ˜€

Tetapi setelah dikasih angin segar telat haid selama seminggu… rasanya bingung antara senang dan gimanaaa gitu.

Yaaa diusia pernikahan kami yang terbilang masih baru, kami masih pengen menikmati masa-masa berdua kami, pacaran dulu istilahnya. Apalagi dengan kondisi Suami belum bekerja, kepikiran bagaimana nanti nabung buat persalinan si baby, sedangkan sekarang gaji saya pas-pasan untuk bayar kos dan kebutuhan sebulan untuk saya dan suami.. Tapi tentu saja kami tidak akan menolak jika Allah mengamanahkan rejeki tersebut kepada kami. Dengan berbekal tawakkal kepada Allah bahwa setiap anak akan membawa rejeki maka kami menyerahkan saja semua kepada Allah.

Oke, setelah malam mengharu biru itu #lebay #lagi, suami memaksa untuk tetap membeli tespack untuk memastikan, karena bisa jadi itu hanya efek kehamilan. Tetapi saya menolak, saya takut akan membuatnya kecewa kedua kalinya jika hasilnya adalah negatif.

Di hari berikutnya, tidak ada lagi bercak darah maupun tanda-tanda haid, sampai dua hari berlalu. Kebetulan ibu saya menelfon dan saya ceritakan semua kejadiannya. Seperti dapat angin segar lagi, ibu saya bilang untuk menunggu sampai tiga hari, jika memang tidak keluar darah haid, maka kemungkinan besar itu adalah tanda-tanda kehamilan.

Setelah tiga hari menunggu dan tidak ada tanda-tanda haid, saya dan suami memutuskan untuk membeli tespack untuk memastikan.

Dan tibalah di hari ini, tanggalย  04 Juli 2015….

Saat itu suami saya sedang rebahan di kasur sambil sibuk dengan HPnya ketika saya masuk ke kamar mandi dengan membawa sebatang tespack. Tidak perlu menunggu sampai 1 menit, begitu tespack saya celupkan langsung keluar dua garis merah dengan sangat jelas (tidak samar), yang artinya POSITIF… Bingung rasanya menyampaikan kabar ini kepada suami. Akhirnya saya mengambil HP tanpa sepengetahuan suami dan bergegas kembali ke kamar mandi, memotret hasilnya, dan send ke WA suami. Setelah itu saya keluar dari kamar mandi sambil senyum-senyum yang disambut dengan senyuman suami ๐Ÿ™‚

Thank You Allah, bantu dan tuntun kami untuk menjaga amanah ini dengan sebaik-baiknya.

Langkah berikutnya adalah memastikannya ke Dokter Kandungan. Agar lebih yakin, dan juga tahu kudu bagaimana jaga calon baby kami ini :).

Advertisements

One thought on “Alhamdulillah, POSITIF

  1. Pingback: Pertama kali ke dokter kandungan | An Unshakable Mind

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s